BUKAN SEMANGAT MOMEN-MOMENAN

Posted: 4 October 2011 in Uncategorized
oleh Wahyuddin Noor pada 01 Oktober 2011 jam 6:46

Seringkali kita menyimak realitas ini, semangat berapi-api, semangat membara para manusia-manusia yang berusaha menunjukkan eksistensinya.  Semangat yang muncul hanya pada momen-momen tertentu atau semangat yang hanya terlihat pada momen itu sedangkan ketika momennya lewat semangat luar biasa itupun lewat. Mari kita simak peristiwa tujubbelasan, lihatlah sekolah-sekolah menyanyikan lagu perjuangan pada apel paginya, kadang mereka diliburkan sehari untuk hadir diapel gabungan, pidato tentang kemerdekaan, gigihnya perlawanan pejuang dikumandangkan, di tiang rumah depan rumah merah putih berkibar . Bahkan gardu, kantor, sekolah dihias dengan berdera plastic merah putih, dsb.  Bahkan lomba-lomba seperti panjat pinang, makan kerupuk, lari karung, termasuk pawai tujuhbelasan, semuanya berusaha untuk memaknai hari kemerdekaan dengan maksud, menelaladani perjuangan pahlawan dengan mematri arti perjuangan. Read the rest of this entry »

HTI Press. Ahad, 25 September 2011 Liqo’ Syawal Ulama digelar oleh HTI Kalimantan Selatan di Tanjung Kabupaten Tabalong sebagai rangkaian agenda di beberapa kota di Indonesia. Para ulama, asatidz-asatidzah, muballigh-muballighoh, guru-guru agama dari daerah Banua Enam (meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong) ditambah dengan kabupaten Barito Timur dan Barito Selatan dari Kalimantan Tengah berbondong-bondong hadir di Gedung Djoeang Tabalong yang menjadi tempat acara.  Gedung yang berkapasitas 500 orang ini tak mampu untuk menampung antusiasme para ulama, dimana yang hadir kurang lebih 700 orang.  Terpaksa panitia menggunakan ruang luar dan samping gedung, itupun masih ditambah dengan memasang tenda di halaman gedung. Read the rest of this entry »

Buntok — 01 Juni 2011 lalu, tepat pukul 20:15 WIB, sebanyak 3 bus yang membawa 77 kafilah dari Buntok berangkat menuju Banjarmasin menghadiri Konferensi Rajab 1432 H, perhelatan akbar yang diorganisir oleh DPD I HTI Kalsel yang merupakan konferensi pembuka yang akan diikuti secara marathon di 27 wilayah lain di nusantara selama 1 bulan ke depan. Mereka adalah para Ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat, pemuda dan pelajar yang selama ini berinteraksi dengan HT. Rasa penasaran dan ingin mengenal dan mengetahui perjuangan HT lebih dalam membuat para kafilah ini diliputi ghiroh yang luar biasa. Di perjalanan, terdengan perbincangan hangat seputar kewajiban mengkaji Islam, pengalaman berdakwah, urgensi khilafah, dll.

Bus melaju terus, hingga akhirnya tepat ketika azhan Shubuh berkumandang kami sampai di sebuah masjid yang cukup besar di Martapura, ibukota Kabupaten Banjar. Kota yang harus kami lewati sebelum sampai ke Banjarbaru, kemudian ke Banjarmasin. Subhanallah… di masjid itu telah berkumpul para kafilah dari daerah lain. Mereka tumpah ruah di ruang masjid, di serambi dan di halaman. Semua memiliki tujuan yang sama, menghadiri Konferensi Rajab. Mobil dari berbagai merk berjubel di arena parkir masjid itu hingga sampai di bahu jalan depan masjid penuh sesak. Setibanya di masjid kami langsung shalat shubuh berjamaah. Setelah itu kami langsung mengantre menunggu giliran mengambil konsumsi yang telah disiapkan panitia. Read the rest of this entry »

Warga Tabalong — kabupaten terujung sebelah utara Kalimantan Selatan — tak ingin ketinggalan utk berpartisipasi dalam Konferensi Rajab 1432 H di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada tanggal  2 Juni 2011 yang lalu. Konferensi Rajab di Banjarmasin ini merupakan kegiatan perdana dari rangkaian konferensi yang diadakan sepanjang bulan Rajab di 28 kota di Indonesia.

Warga Tabalong – pria-wanita, tua-muda, dari kalangan ulama, asatidz, muballigh, pimpinan pondok pesantren, majelis ta’lim, kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, umum, mahasiswa maupun pelajar —  ini rela berangkat sejak Rabu pk. 22.00 WITE untuk menempuh perjalanan jauh sekitar 6 jam.  Iring-iringan 3 bus, 12 mobil jenis Avanza/Kijang & 14 Colt L-300 penuh oleh rombongan ikhwan dan 28 Colt L-300 yg diisi jama’ah akhwat meramaikan jalan Tanjung – Banjarmasin yang malam itu sunyi. Dalam rombongan tersebut juga turut peserta dari Kabupaten Barito Timur dan Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Tabalong. Read the rest of this entry »

HTI Press. Konfrensi Rajab 2 Juni 2011yang diadakan di Stadion 17 Mei Banjarmasin merupakan pembuka dari rangkaian agenda Rajab 1432 H di Indonesia yang mengangkat tema “Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah.”

Acara ini menampilkan orasi syabab Hizbut Tahrir baik dari Kalimantan Selatan dan Jakarta. Setelah opening speech yang disampaikan oleh Ketua DPD I HTI Kalsel, Ustadz Baihaki al-Munawar, S.Hut,  anggota DPD I HTI Kalsel Mispansyah SH, MH  menyampaikan orasi “Indonesia di Tengah Kapitalisme Global.” Pada orasi pertama ini, Mispansyah menyatakan hingga saat ini Indonesia berada dalam cengkraman kapitalisme global. Cengkraman melalui dua cara. Pertama melalui penjajahan fisik yakni dilakukan dengan jalan perang dan pendudukan. Kedua melalui penjajahan non fisik dengan penerapan Sekularisme dan Kapitalisme dalam sistem kehidupan dan pemerintahan. Read the rest of this entry »

Para pembicara dan UlamaPara pembicara dan Ulama

HTI Press. Selain orasi dari para aktivis HT, para hadirin juga menyimak testimoni dari para ulama. Pada sesi testimoni ini tampil ke depan KH. Abdul Wahab Syahrani, S.Ag., MM, Ust. Abdul Hafidz, Ust. H. Kafandi Fadhali.

KH. Abdul Wahab Syahrani yang pertama memberikan testimoni mengungkapkan mau kemana umat, setelah mengetahui kewajiban meneggakkan syari’ah dan khilafah. Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putra Jarau Kab. Hulu Sungai Selatan pun menandaskan semoga konfrensi Rajab menjadi pertemuan terakhir, karena setelah ini Khilafah yang mengikuti sunnah Nabi akan tegak kembali untuk kedua kalinya.

Sementara Ust. Abdul Hafidz mengingatkan bahwa syarat utama tegaknya Khilafah adalah ketaatan dalam segala hal. Oleh karenya umat Islam harus menjauhi praktek-praktek yang menyalahi syari’at Islam.

Adapun Ust. H. Kafandi Fadhali menyampaikan Khilafah Islam mesti diperjuangkan dengan metode yang sesuai syari’ah Islam. Beliau pun mengajak para ulama, mubaligh-mubalighah untuk mendukung dan berjuang bersama Hizbut Tahrir. Mengganti demokrasi dengan syari’ah dan khilafah.

Sebagai penutup testimoni, secara simbolis para ulama tersebut menyerahkan al liwa dan ar raya kepada para aktivis Hizbut Tahrir untuk menyatakan dukungannya kepada Hizbut Tahrir dalam dakwah mengembalikan kehidupan Islam.[]DPD I HTI Kalsel

HTI Press. Lebih dari 8.000 kaum Muslim menghadiri Konferensi Rajab 1432 H di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kamis (2/6). Mereka berasal dari berbagai elemen umat di wilayah Kalimantan Selatan seperti Tanjung, Amuntai, Barabai, Kandangan, Rantau, Martapura, Pelaihari, Batulicin, Marabahan, Banjarbaru, dan Banjarmasin.

Ribuan kaum Muslim mengikuti acara demi acara tanpa beranjak dari tempat duduknya. Mereka mengikuti dengan seksama seruan tegaknya Khilafah. Orasi pembicara dan testimoni ulama yang disertai tabuhan bedug bertalu-talu dan berirama semangat kemenangan Islam menambah semangat tersendiri kepada hadirin.  Pekik takbir dan seruan: “Khilafah! Khilafah! Khilafah!” berulang kali  diteriakkan oleh para peserta disertai kibaran Liwa dan Royah.

Ketua DPD I HTI Kalsel ustadz Baihaki al-Munawar dalam pidato sambutannya menyampaikan sebelum diruntuhkannya khilafah oleh imperialis Inggris pada 28 Rajab 1342 atau 3 Maret 1924, umat Islam pernah berjaya dan memimpin peradaban dunia. Mengutip Will Durant dari bukunya The Story of Civilization, Ketua DPD I HTI mengingatkan bahwa pada masa Khilafah dulu, para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan manusia. Sistem khilafah mampu menjamin masyarakatnya hidup sejahtera. Sementara kehidupan umat Islam saat ini melarat dan tercabik-cabik dalam 57 negara. Read the rest of this entry »

HTI Press. Hari Ahad (22/5) pagi sekeliling Masjid Ash Shirothol Mustaqim Tanjung  meriah dengan kibaran royah dan liwa yang menarik perhatian khalayak ramai.  Hari itu   DPD II HTI Tabalong Kalimantan Selatan mengadakan Tabligh Akbar Menyambut Konferensi Rajab.  Tidak kurang dari 200-an orang laki-laki dan perempuan, dewasa, pemuda, remaja bahkan anak-anak memenuhi ruang induk masjid jami’ di kota Tanjung Kabupaten Tabalong ini.

Dalam Tabligh Akbar  ini, bergantian para ulama di Kabupaten Tabalong memberikan ceramah seputar tema “Hidup Sejahtera di bawah Naungan Khilafah”.  Ustadz Abdul Wahid (Muballigh dan Pengasuh Majelis-majelis Ta’lim di Kabupaten Tabalong ) meyampaikan bahwa semua problem yang dihadapi oleh umat Islam kini karena umat Islam telah begitu jauh dari Islam, sehingga umat selalu dihinggapi masalah demi masalah dan masalah umat ini adalah tanggung jawab kita bersama.  “Umat Islam adalah umat yang kuat jika bersatu namun sayang umat Islam kini terpecah-belah.  Padahal, di zaman Khilafah dulu kita begitu maju baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.  Perhatian Khalifah terhadap manusia sangatlah besar, bahkan perhatian tersebut diberikan kepada hewan sekalipun.  Apakah kita tidak merindukan kondisi seperti ini?”, tegas beliau. Read the rest of this entry »

HTI Press. HizbutTahrir Indonesia (HTI) Kandangan Kalsel beberapa waktu yang lalu tepatnya Ahad (22/5) menggelar Tabligh Akbar dengan  mengangkat tema “Hidup Sejahtera di  Bawah Naungan Khilafah”.  Dimana kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian acara dalam menyambut konferensi Rajab 1432 H yang akan diselenggarakan pada 2 Juni 2011 di lapangan 17 Mei Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Tabligh Akbar yang dihadiri sekitar  200 orang ini menghadirkan empat orang pembicara. Hadir sebagai pembicara pertama yakni :Ust. Abdul Haris, mengangkat tema “Menggapai Hidup Berkah dengan Syariah”.  Pembicara kedua, Ust. Hamdani DS, S.Ag.MA (ketua LKU HTI Kandangan) mengangkat tema “Khilafah sebagai sebuah Kewajiban”. Pembicara ketiga, Ust. H. Abdul Wahab Syahrani, S.Ag.MM (Ketua DPD II HTI Kandangan) mengangkat tema “berkorban untuk raih kesejahteraan umat’ dan Ust. H. Suliansyah, S.PdI. (Pengasuh Majelis Ta’lim Kuangan-Kandangan). Yang memberikan tausyiah menggugah.

Acara yang diselenggarakan di halaman Masjid al Minahini, tampak dihadiri para ustad dan kyai, seperti KH. Abdul Hasandari Muning-Nagara, Ust.Subeli Arsyad, Ust. Untung Wahyudi, Ust. Bustani, dan lainnya. Sejak pukul 09.00 sampai berakhir 11.45 rangkaian demi rangkaian acara mampu menggugah para peserta,  karena disamping pemaparan materi para pembicara secaragamblang, acara diselingi pembacaan puisi dengantema ‘Selembar tirai demokrasi‘, yang tidak kalah menariknya, di akhir acara selama 30 menit peserta disuguh kans ebuah Drama Kolosalhasil karya anak-anak KSI SMK Negeri 2 Kandangan mengangkat tema “Sejahtera Di Bawah Naungan Khilafah”. Drama ini diperankan oleh 15 remaja pejuang khilafah, yang menggambarkan carut marutnya suatunegeri di bawah bayang-bayang kapitalisme, kemudian keterlibatan mereka dalam dakwah hinggamereka berhasil membai’at khalifah menegakkan khilafah dan akhirnya mewujudkan kesejahteraan.[]Humas HTI Kandangan

Posted: 28 May 2011 in Uncategorized