JALAN JAUH MENDEKATI KHILAFAH (Catatan Perjalanan Menuju Konferensi Rajab 1432 H)

Posted: 9 June 2011 in Uncategorized

Warga Tabalong — kabupaten terujung sebelah utara Kalimantan Selatan — tak ingin ketinggalan utk berpartisipasi dalam Konferensi Rajab 1432 H di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada tanggal  2 Juni 2011 yang lalu. Konferensi Rajab di Banjarmasin ini merupakan kegiatan perdana dari rangkaian konferensi yang diadakan sepanjang bulan Rajab di 28 kota di Indonesia.

Warga Tabalong – pria-wanita, tua-muda, dari kalangan ulama, asatidz, muballigh, pimpinan pondok pesantren, majelis ta’lim, kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, umum, mahasiswa maupun pelajar —  ini rela berangkat sejak Rabu pk. 22.00 WITE untuk menempuh perjalanan jauh sekitar 6 jam.  Iring-iringan 3 bus, 12 mobil jenis Avanza/Kijang & 14 Colt L-300 penuh oleh rombongan ikhwan dan 28 Colt L-300 yg diisi jama’ah akhwat meramaikan jalan Tanjung – Banjarmasin yang malam itu sunyi. Dalam rombongan tersebut juga turut peserta dari Kabupaten Barito Timur dan Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Tabalong.

Kamis (2/6) pukul 4 dinihari rombongan mulai memasuki kota Martapura.  Sebagaimana rencana, semua istirahat di Masjid Al Karomah – masjid terbesar di kota Martapura — untuk sholat subuh dan sarapan.  Luas biasa ! Halaman masjid yang luas tersebut dipenuhi oleh sarana transportasi peserta Konferensi Rajab dari Tabalong.

Perjalanan menuju Banjarmasin kembali dilanjutkan setelah pembagian sarapan. Dengan bersemangat anggota rombongan mempersiapkan royah dan liwa untuk dikibarkan di dalam arena stadion.  150 lembar royah dan liwa terasa kurang pada saat itu.  Padahal itulah jumlah terbanyak yang pernah kami miliki J

Lelah dan ngantuk masih bercampur menjadi satu setiba di Stadion 17 Mei Banjarmasin.  Maklum, hampir semua kordinator daerah tidak tidur sepanjang malam, begitu pun para peserta.    Hanya karena gegap gempita suasana dan panasnya aura perjuanganlah yang mengalahkan itu semua.  Dan satu-persatu peserta pun mulai memasuki stadion.  Subhanallah… seiring waktu stadion itu semakin penuh.  Mungkin penuh sesaknya stadion ini tidak pernah dialami sebelumnya, sekalipun untuk pertandingan sepakbola yang dilakoni Barito Putera.  Semua larut dalam suasana gempita penuh semangat.  Dari sebuah kota di Kalimantan Selatan bergema seruan penegakan Khilafah oleh sebanyak 10 ribu orang.  Pasti ini akan menggetarkan tiang-tiang Gedung Putih, Istana Buckingham, dan lain-lain.

Silih berganti acara bergulir.  Dari tilawah Al Qur’an oleh Ust H. A. Bughdadi seorang qori internasional, dilanjutkan paparan materi dari Ust Baihaqi Al Munawwar (Ketua DPD I Kalsel), Ust Mispansyah, SH, MH (DPD I Kalsel), Ust Ali Imran (DPD II Banjarbaru), Ust Abdul Haris (DPD II HSS), Ust Hidayatullah Muttaqin, SE, M.Si (Ketua Lajnah Siyasiyah DPD I Kalsel), Ust Syamsudin Ramadhan (DPP) dan Ust Haris Abu Ulya (Ketua Lajnah Siyasiyah DPP).  Tak tertinggal aksi teatrikal yang begitu menggugah, menyentak alam kesadaran bahwa kita umat Islam berada dalam kondisi terpecah-belah dan akan bersatu kembali di bawah naungan Khilafah.  Dukungan para ulama pun nampak dalam testimoni beliau.  KH Abdul Wahad dari Kandangan, KH Kafandi Fadholi dari Banjarmasin dan KH Abdul Hafiz dari Banjarbaru semakin mencerahkan dan membuat haru karena kini para ulama juga terlibat dalam perjuangan penegakan Syari’ah dan Khilafah.

Ulama, asatidz, intelektual, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar Tabalong pun tak ketinggalan memberikan apresiasi positif dan dukungan.  H. Husni (tokoh masyarakat Tabalong) yang pada saat konferensi beliau baru datang dari Istambul dan langsung mengikuti konferensi menyatakan, “Aku sangat terkesan acara itu, partisipasi generasi muda laki-laki mupun perempuan meremind sejarah Othman dan ide besar untuk kejayaan umat Islam.”

Begitu banyak yang tercerahkan dengan apa yang disampaikan dalam konferensi tersebut. Ustadz Arsudi (muballigh Kelua) adalah salah satunya, Acara kemarin sangat berkesan sekali, ana banyak dapat pengetahuan dari penjelasan orator-orator tentang visi HTI. Sepertinya tujuan HTI untuk mewujudkan syariat dan bangkit khilafah insya Allah akan terkabul melihat darr sudut pandang acara kemarin dan semua yang hadir semangat jihad sangat tinggi. Apalgi janji-janji Allah dalam Al Qur’an. Isnya Allah ana akan berusaha untuk mewujudkan visi HTI, setiap ada kemauan pasti ada jalan”

Keharuan, kerinduan dan optimisme pun merayapi hati orang-orang yang beriman, percaya akan janji dan pertolongan Allah SWT.  Ustadz Abdul Wahid (muballigh Tabalong) yang datang bersama rombongan jama’ah beliau dengan menggunakan 2 buah mobil (itupun masih banyak yang tidak bisa terbawa karena kehabisan tiket padahal mereka menunggu sampai malam keberangkatan) menyampaikan, “Jalannya acara sangat bagus, menggugah hati dan fikiran, tidak sedikit yang meneteskan airmata, larut dalam gema takbir seakan kembali ke jaman keagungan Islam, begitu nampak keagungan Allah yang terhampar luas ini.  Allahu akbar !!!”   Tak ketinggalan KH Madian (Pimpinan Pondok Pesantren Ad Durul Parida Desa Talan Kecamatan Banua Lawas) memberikan komentar, “Sangat bagus sekali, kita sendiri sangat kagum bahkan seolah-olah mimpi yang sudah lama terpendam akan terbukti dalam waktu dekat. Aman, damai dan sejahtera yg diridhoi Allah SWT.”  Ustadz Abdul Malik (muballigh Tabalong) berujar, Sangat baik, berhasil bangkitkan umat, perlunya Khilafah untuk Syariah. Semoga cepat berhasil”

Kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar pun tak mau ketinggalan mengikuti Konferensi Rajab ini.  Kesadaran itu mulai tumbuh.  Murjani (tokoh pemuda Kelua) sempat menyampaikan pendapatnya, Komentarku terhadap Konferensi Rajab yang dilaksanakan Kamis 2 juni 2011 sangatlah berguna dalam menjalankan hukum-hukum Allah, adanya Konferensi Rajab akan menyadarkan kita akan keadaan sistem saat ini dan kita tahu bagaimana cara menanggulanginya. Konferensi Rajab sangat berpengaruh dalam penegakan hukum-hukum Allah.. Khilafah…khilafah..Allahu akbar.  Arya Fatma Jaya (Ketua OSIS SMAN 1 Kelua) berkomentar, “Acara bagus sekali.. selain untuk bersilaturahmi dengan kawan-kawan disana, juga untuk meningkatkan kesadaran generasi muda Islam… Allahu Akbar!”  Teguh (Ketua OSIS SMAN 1 Muara Harus) turut pula menyampaikan pendapatnya, “Konferensi Rajabnya bagus, acaranya tersusun baik dan waktu acara pas, tidak terlalu lama. Konferensi Rajabnya mampu memupuk semangat kita untuk jadi khalifah Islam yang sebenarnya.  dan  juga disana kita merasa satu kluarga dengan muslim lainnya. Kita sadar Islam itu kuat, Islam itu besar.”

Komentar penuh harapan disampaikan oleh 2 orang mahasiswa Rakha, yaitu Gusti A. Rizali, “Komentar saya acaranya bagus. Semoga Khilafah muncul kembali hidup kembali.. dan semoga dengan adanya Khilafah bangsa kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur”dan Ibrahim “Acaranya bagus, semoga Khilafah bangkit kembali di tanah air tercinta ini”

 

Semoga Khilafah semakin dekat

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s